1. Briefing
Tahapan terpenting dalam pembuatan logo adalah briefing. Banyak desainer yang kesulitan menyelesaikan desain logo karena menganggap sepele project briefing, begitu pula sebaliknya banyak juga klien yang merasa tidak puas dengan hasil kerja desainer karena kurang maksimal dalam tahapan yang pertama ini, bahkan ada juga yang lepas tangan. Dalam project brief minimal harus berisi informasi lengkap mengenai teknis pekerjaan (bentuk, ukuran, format logo, dll), tenggat waktu, dan anggaran/biaya.
2. Riset
Merupakan proses mengumpulkan sumber atau aset yang diperlukan untuk mewujudkan desain logo yang diharapakan klien. Aset yang telah dikumpulkan bukan untuk ditiru atau dijiplak, tapi untuk dijadikan sebagai inspirasi dalam membuat konsep logo. Sumber inspirasi bukan hanya dari desain logo, bisa juga mengambil referensi dari foto atau objek di sekitar.
3. Desain
Langkah selajutnya adalah merancang konsep logo berdasarkan riset yang telah dilakukan. Sketsa logo bisa digambar terlebih dahulu di kertas sebelum dieksekusi pada software desain grafis kesayangan kalian. Buat beberapa konsep logo, kemudian sortir menjadi 2 atau 3 konsep terbaik. Jumlah konsep final yang akan dikirim disesuaikan dengan permintaan klien (dibahas pada tahap briefing).
4. Presentasi
Buat presentasi sebaik mungkin sehingga klien langsung menyetujui konsep logo tanpa adanya revisi. Agar tampilannya lebih menarik bisa menggunakan mockup yang relevan dengan logo yang dikerjakan. Selain itu, bisa juga menambahkan filosofi dari konsep yang diberikan. Akan lebih baik lagi jika disertai dengan GSM (Graphic Standard Manual).
5. Revisi
Setelah presentasi logo, klien akan memutuskan apakah sudah cocok dengan konsep yang diberikan atau ingin mengajukan revisi. Batasan jumlah revisi tergantung kesepatakan antara desainer dan klien pada tahap briefing. Setelah semua tahapan selesai barulah desainer mengirim file master logo kepada klien.

Komentar
Posting Komentar